Hari ini gue pikir akan berjalan seperti biasa, hambar, malah sedikit ruwet.
Pulang dari ujian di tempat les dengan berbagai pikiran yang berkecamuk di kepala. Penuh rasa khawatir, bingung dan takut.
Waktu bus yang ditumpangi hampir sampai di tempat tujuan, gue yang mau turun dari pintu belakang menangkap sosok perempuan berambut warna-warni yang turun lewat pintu depan. Mencolok mata. Sambil menunggu bus berhenti gue terus melihat dia, dengan earphone terpasang di kedua telinganya, berdendang sambil tersenyum lebar. Tidak sampai 10 detik, tapi berasa sangat lama. Ada sesuatu di matanya yang buat gue tertarik. Mata yang menunjukkan sang empunya memiliki jiwa yang bebas, riang dan menikmati hidup.
Gue dan dia turun di tempat yang sama. Kedua bola mata gue terus merekam sosoknya yang jalan tepat di depan gue. Ketika dia melompati jalan yang rusak, entah mengapa terlihat seperti sedang menari. Dia terlihat menikmati setiap meter yang dilalui. Mungkin di matanya menyusuri trotoar yang tidak terawat itu seperti berjalan di tapak-tapak batu kolam dangkal. Aspal di kanannya terlihat seperti air yang jernih, dan ketika dia menyeberang, kumpulan mobil dan motor terlihat seperti rombongan ikan.
Selama gue mengikuti dan menikmati sosoknya dari belakang, dan akhirnya berpisah jalan, gue tersenyum dan bertanya, "kapan terakhir kali gue seperti itu?".
Kapan terakhir kali gue berdendang di angkutan umum?
Kapan terakhir kali loncat-loncat di genangan air?
Kapan terakhir kali nyanyi dengan suara kencang di kamar?
Kapan terakhir kali gue mandi hujan tanpa mengeluh?
Kapan terakhir kali gue main 'jaga keseimbangan' seakan kanan kiri gue adalah jurang?
Kapan terakhir kali gue menggambar dengan hati gembira, tanpa dituntut keindahannya?
Kapan terakhir kali gue menjalani hari tanpa mengeluh, tanpa rasa khawatir dan tanpa rasa takut?
Kapan terakhir kali gue benar-benar menikmati setiap hal yang gue lakukan?
Kapan terakhir kali gue menikmati setiap menit yang gue lalui?
Kapan terakhir kali gue menghabiskan waktu sendiri hanya dengan buku dan kopi?
Kenapa gue gak bisa mengulangi semua itu kembali?
Kenapa?
Gue percaya setiap pertemuan memiliki makna. Termasuk hari ini. Merci beaucoup gadis berambut warna warni. Tu me rapelles de ces moments. Simple, meis précieux.
Ahhhh, mana gitar dan peralatan gambar gue? Mari kita bercumbu sampai hari ini selesai.