Kau yang berbaju biru
Rambut hitammu sebahu tergerai ditiup angin
Bibirmu yang kecil dan tebal dipoles pewarna merah darah
Tangan kananmu sibuk menyampirkan rambut ke belakang telinga kananmu yang bertantingkan kuning tembaga
Di sudut bar yang gelap hanya bercahayakan segelas lilin
Wajahmu diterangi oleh sinar putih telepon genggam
Hei bibir merah yang duduk sendiri
Bolehkah aku menghampirimu?
Tidak ada komentar:
Posting Komentar