Selasa, 04 Juni 2013

Gue Juga Pendosa

Akhir-akhir ini gue lagi seneng banget dengerin lagu Ozzy Osbourne - I don't want to change the world. Lagu ini bisa gue puter berkali-kali dalam sehari. Bukan, gue bukan fans sejati kelas kakap ozzy atau black sabbath. Gue masih pada tingkat penikmat. Walaupun gue demen banget sama lagu-lagu mereka di album paranoid yang enaknya bangsat!

Gue suka banget sebagian dari lirik lagu ini.

Tell me I'm a sinner, I got news for you.
 I spoke to God this morning and he don't like you
You telling all the people the original sin 
He says, He knows you better than you'll ever know him.


Begitu denger bagian ini, liriknya langsung nancep banget di kepala dan buat ketawa setengah mati.
Gue termasuk orang yang percaya dengan keberadaan Tuhan. Bukan, gue bukan mau ngajak debat soal Tuhan itu ada atau enggak. Kalau lo gak percaya, silakan. 
Jadi gue mau ngapain? 
Lagi-lagi gue cuma mau menyalurkan isi pikiran gue. Lagu ini mengingatkan gue  kata-kata yang pernah gue ucapin beberapa waktu lalu ke seorang teman.

"Lo tau gak salah satu hal yang paling bikin gue kesel? Ketika yang katanya saudara seagama bilang gue belum atau gak pantas ambil bagian dalam pelayanan karena kelakuan gue masih gak bener. Sial banget kan?!"
Alasannya, gimana bisa gue melayani dengan baik kalau ikut kegiatan ibadah aja gue jarang. Apalagi katanya otak gue tidak sesuai dengan ajaran Yang Maha Kuasa. Gak tau, sebenernya gak sesuai dengan ajaran Tuhan atau gak sesuai dengan ajaran mereka. Gue yang menganggap para perokok, atheis dan orang-orang yang menjalin hubungan beda agama atau sesama jenis bukan suatu masalah dianggap menyalahi aturan. Pikiran gue yang seperti ini dikhawatirkan dapat menjerumuskan orang lain. 

Gue teringat curhatan seorang teman yang anak binaannya dipersulit ketika ingin menjadi pelayan, karena dia menjalin hubungan beda agama. Waktu itu gue dengan semangat empat lima mendorong dia untuk memperjuangkan keinginan anak binaannya. 

"Jangan tolol kaya mereka. Kalo dia memang mau melayani, perjuangkan, apapun resikonya. Kalo lo emang percaya adanya Tuhan, jika Dia berkehendak anak lo jadi pelayan, pasti dibukakan jalan. Jangan ikut-ikutan goblok kayak mereka." 

Gue memang agak risih dengan masalah kayak gini. Ya, menghalangi orang ingin melayani merupakan sebuah masalah besar buat gue. Kadang-kadang pengen banget ngomong gini, "Nyet, kalo seseorang ada keinginan untuk melayani atau berniat baik, sebangsat-bangsat apapun menurut lo kelakuannya, kasih dia kesempatan. Percuma mulut lo ngomongin soal kasih, tapi ngehalangin orang berniat baik. Emang lo yakin itu kehendak Tuhan dia gak pantas melayani karena bukan orang baik-baik? Kalo mo nyari yang gak ada dosa, sana mati dulu terus cari di sorga. Itu juga kalo lo masuk ke sana." Cuma kesempatan itu belum datang di dunia nyata, gue cuma bisa nyampein itu di sini. Meh.

Kadang-kadang kita, termasuk gue, terlalu sibuk menghitung dosa orang lain dan ups! Lupa kalau sama-sama berdosa. Perasaannya udah kudus aja. Berasa yang paling kenal Tuhan dan kehendakNya. Padahal, pfffftttt..

Gue memang pendosa. Ucapan gue suka diselipi kata makian. Gue juga jarang banget saat teduh dan ikut persekutuan. Tapi, bukan berarti lebih buruk atau lebih baik dari saudara-saudara yang aktif di persekutuan, pelayanan dan organisasi keagamaan. Kalo tiap berdoa mohon supaya dosa diampuni, kenapa gue dengan seenak jidat ngukur dosa orang lain?

"Barangsiapa di antara kamu yang tidak berdosa, hendaklah ia yang pertama melemparkan batu kepada perempuan itu." Yohanes 8:7 - Ucapan Yesus ketika seorang perempuan yang berzinah akan dilempari batu.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar