Seharusnya gue saat ini ngerjain daftar pustaka tugas akhir. Apa boleh buat, setiap ngerjain tugas, hal-hal lain kelihatan lebih menarik. Seperti menghitung jumlah buletan di baju mbak-mbak di seberang gue.
Tiba-tiba gue teringat dengan buku 'Lady in Waiting' yg sering dibicarakan sekitar gue. Gue gak mau mengomentari isi buku ini karena belum gue baca. Gue mengomentari isi otak teman gue yg habis baca buku ini. Pada intinya dia berpendapat:
Women must stop chasing men and let the men do all the chasing!
Gue langsung bertanya-tanya kenapa????? Kok bisa???
Karena kita diciptakan berbeda dengan laki-laki.
Menurutnya sebagai perempuan TIDAK PERLU MELAKUKAN APA-APA ketika menyukai seseorang. Cukup serahkan semuanya kepada Tuhan dan arahkan seluruh perhatian kepadaNya biar Dia yang menunjukkan jalan.
Sekali lagi gue terpana dengan jalan pikiran ini. Well, oke. Gue termasuk orang yang percaya dengan keberadaan Tuhan. Hanya saja, sebagai orang yg percaya adanya Tuhan, gue sering tidak sejalan dengan pemikiran ini. Pemikiran kayak gini, menurut gue, memaksa kita buat jadi orang yang cuma bisa pasrah tanpa ngelakuin apa-apa.
"Gak ngelakuin apa-apa? Menurut gue berdoa dan meminta kepada Tuhan itu usaha juga kok."
Well kalau begitu dari dulu gue cukup berdoa dan pasrah setiap uts dan uas. Enak banget! Enggak, gue gak bilang berdoa meminta kepada Tuhan itu salah. Gue juga masih meminta dalam doa sama Tuhan setiap ada keinginan, kebutuhan atau menghadapi masalah. Tapi, kalo cuma minta doang tanpa melakukan usaha lain itu benar?
"Yah itu kan beda masalah. Kalo yg lo bilang kan soal cita-cita. Cita-cita itu kan sesuatu yg pasif, gak bergerak. Emang udah seharusnya kita yg menghampiri. Kalau ini kan soal pasangan hidup. Kita ini diciptakan berbeda sama laki-laki dan laki-laki itu hidup, bergerak dan berinisiatif. Jadi wajarlah kita sebagai perempuan yg menunggu dihampiri, atas bantuan dan kehendak Tuhan."
Ah, lagi-lagi alasan 'penciptaan'. Kodratkah itu? Atau hanya hasil dari konstruksi sosial?
Intinya standpoint gue dalam hal ini adalah gue gak setuju. Gue sampai sekarang masih percaya dengan kata-kata ora et labora. Gue tetap mengutamakan berdoa tetapi juga gak meninggalkan usaha. Apapun itu yg ingin gue capai, cari atau temukan. Entah kenapa di telinga gue, gak tahu deh di telinga lo gimana, alasan-alasan tadi kayak rengekan ababil yg sering ada di twit-twit quote gak penting.
I want you to know I love you but I don't want to tell you.
LO KATA DIA MAMA LORENG BISA BACA PIKIRAN?? Ribet banget hidup lo!!!
Ngomong-ngomong soal hidup yang ribet, gue ketemu gambar ini beberapa hari yang lalu dan gue setuju dengan seluruh isinya. Well, good night. Tugas gue sudah memanggil-manggil dari tadi.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar