Rabu, 12 Februari 2014

Pagi di Bandung

Selamat pagi Tuhan.
Bagaimana kabarMu? Aku di sini, di Bandung lebih tepatnya.
Ah, tapi tanpa perlu kuberi tahu, Kau sudah tahu semuanya tentang aku. Bahkan sampai hal yang aku tidak tahu.
Jadi mengapa aku memberi tahuMu?
Karena aku ingin basa-basi, ingin berbicara panjang, layaknya teman.
Maafkan aku jika Engkau merasa tidak sopan, tapi daripada berdoa dengan melipat tangan dan menutup mata, aku lebih suka seperti ini.
Aku lebih suka menulis seperti ini atau berbicara sendiri di dalam kamar, berbicara denganMu.

Tuhan, tidak sampai setengah jam yang lalu, 10 menit setelah aku terjaga dari tidurku, aku menerima sebuah berita yang mengejutkan. Yah Kau taulah.

Reaksiku?
Seperti biasa Tuhan, mencoba tenang, mencoba santai sambil mengunyah pepaya.
Kau kan tahu Tuhan, Mama pernah bilang, aku salah satu anaknya yang paling bisa menahan emosi di depan umum. Tapi jangan tanya kalau sendirian di kamar. Hahaha

Bagaimana menurutku?
Nah, itulah yang sebenarnya ingin kutanyakan padaMu. Apa tujuan semua ini?
Kalau boleh jujur sebentar tadi aku sempat panik dan bingung. Hanya saja ada satu hal yang tidak aku mengerti, ada satu hal yang belum aku pahami sepenuhnya.
Jauh di dalam hati ada perasaan, entah bagaimana, tenang. Ada sesuatu yang menenangkan hatiku.

Kau tau Tuhan? Aku belum mengerti bagaimana akhir dari semua ini, tapi yang aku mengerti bahwa ini adalah saatnya belajar untuk lebih berserah kepadaMu. Mungkin ke depannya akan ada saat keadaanku naik turun. Selama itu terjadi aku meminta tolong kepadaMu, maukah Engkau untuk tidak melepaskan tanganku sekalipun? Walaupun malah aku yang malah mencoba melepaskan tanganMu? Seperti anak yang mencoba melepaskan genggaman tangan orang tuanya.

Bahkan jika aku berada di titik terendahku? Seperti anak yang mulai rewel dan tidak mengerti maksud baik orang tuanya. Siapa lagi yang bisa kuandalkan selain Kau?

Tuhan.
Terima Kasih.

Untuk apa?
Untuk semuanya, segala hal. Aku menyayangiMu. Sungguh. Aku tahu aku nakal dan sering melupakan perkataanMu. Aku minta maaf dan berterima kasih karena Kau mau menjadi sahabat terbaikku. Terima kasih atas kesetiaanMu. Terima kasih atas kasihMu. Terima kasih.

Aku menyayangimu.
:)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar