Minggu, 25 Agustus 2013

Kerja di mana?

"Kalau kau wisuda, euforianya paling lama cuma sebulan. Habis itu langsung pada nanya, 'kerja di mana?'. Yah nanti malah kaunya yang bingung", kata nyokap gue beberapa hari yang lalu.

Sebagai mahasiswa yang baru lulus dan akan di wisuda, pertanyaan 'kerja di mana' bakalan jadi momok selama belum dapat kerja.

Bagaimana dengan gue?
Setelah wisuda gue memutuskan buat nyantai dulu selama sebulan.
Ngapain?
Melakukan apa aja yang gue suka. Apapun itu.
Kenapa?
Karena gue belum siap dan gak mau memaksa diri gue buat siap.

Gue tau, keputusan yang gue ambil ini bakalan menghasilkan kritik dari orang-orang sekitar. Sayang waktunyalah, ngabisin waktulah, ngerepotin oranglah, dan sebagainya. Mungkin selain melakukan apa yang gue suka, sebulan itu bakalan gue pake buat nebelin kuping dan latihan senyum. Anggap angin lalu.

Salah satu hal yang paling lucu, yang makin menguatkan keputusan gue ini, adalah curhatan-curhatan kecil dari temen gue yang udah pada kerja.

"Hadehhh. Pokoknya gue mau nyari 2 minggu buat cuti. Pengen liburannnn.", kata salah satu teman yang sudah bekerja sebelum diwisuda.

"Grace, pokoknya lo puas-puasin deh liburan sebelum nyari kerja. Libur sebulan dulu kek. Nanti kalau kerja baru berasa gak enaknya!", kata teman gue yang lulus semester lalu dan langsung mengikuti management training sebelum wisuda.

See?
Ya mungkin lo berpendapat setiap orang itu berbeda-beda. Ada orang yang cukup seminggu liburannya, ada yg cuma dua hari, atau mungkin memang merekanya aja kali yang gak doyan kerja kantoran. Terserah.

Sebulan ini gue berencana mencari aktivitas yang bisa dengan nyaman gue kerjakan. Sejujurnya gue takut terjebak ke dalam sebuah kerjaan atau aktivitas yang gak sesuai dengan passion gue hanya gara-gara gak tahan dengan tekanan pertanyaan 'kerja di mana?'.

Selain itu, alasan kenapa gue gak mau langsung kerja adalah I don't wanna be a robot. Seakan-akan semua sudah ditentukan. Sekolah - Kuliah - Kerja -Mati. Sebulan ini gue berencana memanusiakan diri sendiri. Mencari kepercayaan diri. Mencari lagi mimpi-mimpi gue yang hampir terkubur karena perkataan "gak mungkin!" dan "emang bisa?" dari sekitar. Mimpi-mimpi yang dipandang sebelah mata oleh keluarga besar, kecuali nyokap gue, karena dianggap tidak jelas dan penghasilannya diragukan. Mimpi-mimpi yang bisa membuat gue berasa benar-benar hidup.

Sekilas informasi, buat sebagian besar orang Batak, berdasarkan yang gue amati selama ini, PNS merupakan pekerjaan yang paling dihormati. Selain itu dokter, pegawai di perusahaan besar, atau pekerjaan lain yang dianggap berpenghasilan 'tetap dan menjamin hidup'. Bagaimana dengan pekerja seni? Penulis? Perancang busana? Pelukis? Dan lain-lain? Siap-siap mendapat sambutan yang tidak menyenangkan.

Beberapa hari yang lalu, lewat sms, nyokap menyuruh gue ikut seleksi CPNS. Dia bilang, dia dan opung doli (kakek dari nyokap) bakalan bangga kalau gue jadi PNS. Dengan seenaknya gue bales "aku gak mau jadi PNS.." Gak lama setelah itu nyokap langsung menelpon gue. Sebelum diangkat, gue udah menyiapkan berbagai pembelaan untuk mempertahankan keputusan gue.
Guess what? Nyokap malah ketawa sambil menanyakan alasan. At that moment, gue bersyukur punya orang tua yang berpikiran seterbuka itu.


My mom always believes in me and in every decision that I make. Dulu dia yang paling mendukung gue ketika memutuskan untuk mengambil jalur skripsi dan kuliah 4 tahun, di mana sebagian besar teman gue memutuskan 144 sks dan lulus 3.5 tahun. Dia juga yang mendukung gue habis-habisan dari kritik orang sekitar ketika gue memilih mengambil komunikasi ui, ketimbang itb dan ugm yang katanya masa depannya lebih terjamin.

Now I make my decision. Apa yang akan gue lakukan, gue mau jadi apa,  bagaimana gue mencapainya dan resiko apa yang akan gue hadapi, walaupun tidak semua orang akan menyambut itu dengan baik.

Buat apa gue hidup kalau hanya untuk mengikuti dan menyenangkan orang lain?

Egois? Terserah.

Mulai sekarang gue harus sering-sering pasang senyum dan menebalkan telinga. Embrace yourself Grace. Serbuan pertanyaan "Kerja di mana?" akan segera datang.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar